Featured Image -- 2012

Pazia Experience Central Park

Originally posted on ilataajLog:

Pazia Experience is a chain of IT lifestyle shops. This post is on the one located in Central Park , a popular mall which boasts a large outdoor park open to public in the heart of Jakarta. This is our 5 th commissioned Pazia Experience . Unlike our previous schemes, this project is housed inside the cinema Blitz Megaplex . Hence our client is a tenant of a tenant, i.e. we had to get approvals and coordinate with both Blitz Megaplex and Central Park Building Management.

Main Entrance

The cinema was designed by Bias Tekno Art Kreasindo, and Blitz was keen for the shop design to fit well into their premises. Our surrounding is a lightly dimmed venue with strips of blue lighting and a dominant dark tone epoxy flooring; the cinema has a futuristic club-like ambiance. Our given site is a 7 meters high space, about the same as the cinema’s celing height…

View original 392 more words

Secangkir Kopi untuk Sore yang Baru

image

Berhenti sejenak dari putaran roda. Ada roda ekonomi, roda nasib, dan roda motor yang semuanya berjejaring di roda kehidupan. Sayup-sayup suara petikan gitar bas klasik mengalun perlahan, dengan volume kecil mengiringi matahari yang kian terlelap, mata, dan hati yang kiranya juga demikian.

Rrrrrrrr… bunyi gilingan mesin kopi berderu, tak lama kemudian Kopi Toraja panas dengan tempe mendoan pesananku datang, melengkapi hari yang kian pekat dengan aromanya yang khas, “terimakasih mas”.

Coffee War, sebuah kafe di daerah Kemang, tepatnya di Jl. Kemang Timur No. 15A menjadi persinggahan sebelum melanjutkan perjalanan. Suasananya sederhana, namun interiornya tertata apik dan cukup nyaman. Ada TV berlangganan, screen & proyektor untuk nonton rame-rame, serta buku-buku lifestyle dan novel menjadi nilai tambah tersendiri.

Sekian, dan kulanjutkanlah minumku ini.

Daur Hidup Bangunan (Building Life Cycle)

Image

Sekarang sudah bukan lagi jamannya bangunan setengah matang, khususnya di Indonesia. Untuk setia pada idealisme desain dan SOP saja tidak mampu apalagi setia pada lingkungan. Yang dijadikan payung perhitungan hanya kapan bangunan/aset bisa balik modal, sedangkan dampak lainnya tidak dihitung, atau lupa dihitung, atau pura-pura lupa dihitung.

Membangun sebuah fasilitas atau hunian bagai jualan krupuk. Begitu mudah karena pertimbangannya semata bertumpu pada profit, kepentingan piring yang sesaat. Aturan apa saja bisa digadaikan, rakyat dan kebenaran bisa dijual untuk kepentingan dan keuntungan diri sendiri dan kelompoknya. Lagipula, lingkungan dan nasib anak cucu yang mestinya dijunjung tidak diseimbangkan dengan mendahulukan kewajiban asasi dan batas-batas profesionalitas, norma, etika, dan hukum. Tak heran bila banyak sekali mark up pada proyek dan apa saja bisa dijadikan alasan untuk meningkatkan kesaktian pihak-pihak tertentu. Semakin terang asumsi yang mengatakan bahwa dunia ini dihuni oleh 10% orang baik, 10% orang nakal, dan 80% orang yang belum punya pendirian. Poor people talking about money, average people talking about things, and great people talking about idea.

Selamat datang di dunia proyek! Dimana “oli” banyak ditemui di setiap sudut bangunan, untuk melicinkan setiap detail pekerjaan. Profesionalisme dipinggirkan, kapasitas dan kapabilitas dinomertigakan, karena nomer dua dan satunya adalah duit dan uang.

Jadi, kalau boleh menambahkan “insert” pada diagram daur hidup bangunan di atas, mestinya ditambahkan “grease” di setiap segmen nya. Atau ditambahkan fase audit dan kepastian temuan BPK dan pemeriksaan KPK seperti kasus Hambalang. Anyway, ada gak sih proyek yg dibangun tanpa biaya siluman dan jatah preman di Indonesia? Mungkin bukan ada atau tidak, karena pasti ada, tapi berapa besar atau kecilnya? Wani piro? Kalau pertanyaan dibalik menjadi “memangnya ada proyek yang bersih dan lurus dan tidak ada yang bocor?” mungkin yang bisa menjawab hanya sebagian kecil saja :-)

Buildings are Artificial Constructions

Buildings are artificial constructions. They consist of single parts which must be joined together.  To a large degree, the quality of the finished object is determined by the quality of the joins…

Details express what the basic idea of the design requires at the relevant point in the object: belonging or separation. tension or lightness, friction, solidity, fragility…

Details, when they are successful, are not mere decoration.  They do not distract or entertain.  They lead to an understanding of the whole of which they are an inherent part…

- Peter Zumthor

OPTIMIST

OPTIMIST

I’m always interested with all of the ideas that Simon Sinek has been shared about business and human interaction.

Start With Why

In this video, Simon also explain about to keep questioning every single things with what we do? why we do it? and how we do it? His narration will bring us to the bottom contemplation about real life.

Described as “a visionary thinker with a rare intellect,” Simon teaches leaders and organizations how to inspire people. With a bold goal to help build a world in which the vast majority of people go home everyday feeling fulfilled by their work, Simon is leading a movement to inspire people to do the things that inspire them.

Follow his twitter @simonsinek

http://www.startwithwhy.com

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.