TEORI TRANSAKSIONAL

Teori ini menjelaskan tentang peranan pengalaman persepsi dan menkankan hubungan dinamis antara manusia dan lingkungan. Persepsi merupakan transaksi dimana lingkungan dan pengamat saling bergantung satu dengan yang lainnya. William Ittelson (1960) mendefenisikanya sebagai berikut: “Persepsi adalah bagian dari proses yang hidup dimana setiap orang, dari sudut pandangnya masing-masing menciptakan dunianya, dalam mencapai suatu kepuasan.” Kontribusi penting dari teori transaksional terhadap teori desain arsitektur adalah, pengalaman membentuk orang untuk memberi perhatian kepada lingkungan dan kepada apa yang penting bagi dirinya. Teori estetik positif mana pun pasti mengakui hal ini, dan mengingatkan bahwa memandang dunia sebagai sebuah lingkungan, berbeda dari sekadar memandangnya sebagai obyek, meskipun bisa dianggap demikian. (Psikologi Arsitektur : Deddy Halim, Ph.D)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s