Dekorasi Kamar dan Mahasiswa Drop Out
Penelitian masa lalu terhadap perilaku teritorial kebanyakan memusatkan perhatian pada populasi binatang; sedikit sekali yang melakukannya pada teritorialitas manusia. Studi yang dilakukan pada manusia untuk melihat perilaku teritorial di dalam kelompok dan individu biasanya menggunakan beberapa metodologi yang tipikal, mulai laboratorium yang di kontrol, eksperimen manipulatif, sampai kepada observasi lapangan. Vinsel dkk (1980) melaporkan adanya hubungan antara cara mahasiswa mempersonaliasi kamar asramanya (teritori primer) dengan dekorasinya dan apakah mereka akan DO (drop-out). Mahasiswa yang mendekorasi kamarnya dengan berbagai hal yang berhubungan dengan komitmen terhadap universitas, ia mampu bertahan hingga lulus ketimbang mahasiswa yang kamarnya tidak didekorasi demikian. /// Kemungkinan cara mereka mempersonalisasi teritori memberi mereka perasaan “aman” yang mendorong keberhasilan dalam perkuliahan. Di lain pihak, personalisasi kamar asrama dapat merefleksikan adanya komitmen, dan kurangnya personalisasi dapat merefleksikan sikap alienasi (ingin menyendiri). Ini mengindikasikan rencana seseorang untuk keluar dari lingkungannya. Bagi para mahasiswa, tumpahkan kreativitas Anda untuk mendekorasi kamar segera.



