Tag Archive | Travelling

Just Awesome

STA Travel Australia sent 3 of our mates, Rick Mereki, Andrew Lees and Tim White on an amazing journey around the world. See a six-week journey of a lifetime crammed into one epic minute.

Architects in The Tndustrial Scheme

Arsitek, dalam skema industri / Architects in the industrial scheme 
Reading nowadays phenomena in Indonesia   

15 Juli 2007   

Akhir-akhir ini, terbaca dari banyak media arsitektur, ada suatu upaya untuk mendukung kecenderungan konsumerisme yang dipicu oleh daya beli masyarakat yang meningkat, sebagai hasil dari membaiknya ekonomi. Para investor bermunculan dalam bidang property dan merambah dunia arsitektur dengan memberikan dana untuk membangun bangunan-bangunan berskala besar, atau bangunan kecil berdana besar untuk mendukung tingkat gaya hidup tinggi dalam masyarakat. 

Recently, as being read from many architecture media in Indonesia, there is an effort to support the consumerism which is triggered by the rising economy. Investors come in to the property world and give fund to build big scale buildings, or big budget small buildings to support high life style level in the society.

Bangunan-bangunan megah semakin banyak muncul, menandakan sebuah era baru arsitektur teknologi tinggi, demi keinginan akan bangunan-bangunan terbesar, terbaik, terindah, terkuat. 

  Big buildings are rising, showing a new era of high technology architecture, for the will to posses the biggest, best, most beautiful and strongest buildings. 

Media arsitektur turut serta membangun peradaban baru sebagai akibat dari perbaikan ekonomi ini, dengan menempatkan arsitek sebagai jembatan dari keinginan kalangan ‘high class’ mewujudkan keinginan akan bangunan terbaik, terbesar, termahal dan terindah yang bisa diimpikan atau didapatkan. Kafe-kafe, restoran, longue, bar, hotel, apartemen, mall dan sebagainya muncul sebagai akibat dari gaya hidup sebagian masyarakat yang semakin modern.

Architecture media has the role of building new civilization as the rising economy, by placing architect as a bridge for ‘high class’ society to create the best, biggest, most expensive, and most beautiful buildings ever dreamed of got. Cafes, restaurants, bars, hotels, apartements, malls and others arise as the changing society into modernism (The native society in Indonesia is being introduced to life style that they were not own before globalization).

Sebuah kafe dan klub, tempat dimana banyak orang mencari pengalaman ruang berbeda dari biasanya, untuk mendapatkan kesenangan dan kesegaran baru. 

A cafe and club, where many people tries to find new experience to get fun and freshness from everyday activity.

Sebagian masyarakat yang telah memiliki kehiidupan finanial yang baik saat ini menghendaki lebih dari sekedar sebuah tempat, mereka menginginkan ‘tempat yang bermakna’, atau suatu muatan lebih akan sebuah tempat. Hal ini dijembatani para arsitek dan desainer dengan membuat dengan desain-desain yang segar dan dinamis, berjiwa muda seperti mereka yang menggunakan fasilitas-fasilitas tempat bersenang-senang. 

Part of the society has a well financial life lately, and they want something more than a place, they want a ‘meaningful place’, or a place with special value. This is recognized by architects and designers by making new and dinamic designs, with young spirit like they who use the building.

Tampaknya, kebutuhan untuk bersenang-senang menjadi tren yang makin besar dan tak terbendung, kecuali ada perubahan pola pikir masyarakat yang berkaitan dengan politik ekonomi. Tren ini, dapat segera terlihat dalam tahun-tahun mendatang secara merata meningkat di seluruh Indonesia, sebagaimana pertumbuhan tren yang terlihat sekarang telah cukup untuk memprediksikan tren kebutuhan bersenang-senang sebagai gaya hidup. Tren berada di kafe-kafe untuk bekerja, menemui klien atau sekedar ngobrol, mengeluarkan dana untuk bersenang-senang di tempat hiburan, akan segera berkembang menjadi industri terbesar yang menggerakkan arsitektur berperan lebih jauh. 

Seemly, the need to have fun has finally becoming a bigger trend, unless there’s a changing in society due to economical politics. This trend, will soon be clearer in years ahead in many parts in Indonesia. As the booming trend nowadays has been enough to predict that having fun will be a life style. The trends of being in cafes for work, meeting clients of just chatting, spending money for fun in entertainment places, will soon be developed as the biggest industry that moves architecture playing its further role.

Catatan pribadi Probo Hindarto
Siapa arsitek yang mampu membuat perubahan? 
Arsitek yang mampu membuat perubahan adalah arsitek yang berada dalam jalur dimana ia dapat bebas berkreasi. Arsitek yang berada dalam skema industri seringkali agak susah mendapatkan kebebasan untuk mewujudkan sebuah idealisme. Tentunya hal ini kembali kepada situasi dan kondisi dimana seorang arsitek dihadapkan, serta tingkat nilai ideal dari seorang arsitek, tentunya.

Private notes from Probo Hindarto
Who is the architect, able to make change?
Architect who can make change is the architect in someway he has the freedom of creation. Architect in the industrial scheme will find it a little bit hard to find the freedom to realize an idealism. This of course related to the situation and condition where an architect is faced to, and the level of his idealism.

Gaya hidup yang meningkat, seiring bertumbuhnya ekonomi, menjadikan kebutuhan baru yang membawa konsekuensi baru; tren sebagai gaya hidup.
Rising life style, as the growing economy, making new needs that bring new consequences; trend as a life style.

Secara tidak langsung, arsitek juga memegang peranan penting dalam menghadirkan opini dalam masyarakat, melalui komentar-komentar yang ditulis media. Arsitek merupakan pihak yang didengarkan bila berkata tentang tren, bangunan yang baik, dan sebagainya. Namun melihat evolusi yang terjadi, arsitek cukup banyak yang tidak dapat membendung arus minat masyarakat (terutama kalangan ‘high class’) terhadap tren yang muncul di masyarakat. Arsitek seringkali terpaksa berbicara dalam bahasa yang dapat dipahami oleh awam, demikian pula saat berkarya. 

Architects have a role in to shape the public opinion, by comments in media. Architects are one side being listened when talking about trends, good buildings, etc. But seeing the happening evolution, many architects do not have enough power to ban the flow of intentions for trends in society (especially in high class society). Architects are sometimes forced to speak in a language can be understood by public, also when designing.

Seringkali juga, arsitek masuk dalam skema besar industri dan mendukung keberadaan suatu tren, terlepas dari nilai-nilai yang dibawa sebuah tren, agar ia tetap survive dalam industri ini. Hal ini bisa dipahami sebagai evolusi pemikiran agar ia tetap hidup dalam cabang-cabang finansial yang tumbuh dari arus besar industri property. Wacana yang tumbuh adalah dalam rangka mendukung seluruh sistem industri property. 

Oftenly, architects got in to big industrial scheme and support the presence of a trend, aside of the questionable values of a trend, to survive in the industry. This can be understood as thinking evolution to survive in the financial part that grows in the mainstream of property industry. The paradigma that grows is in order to support the whole system of property industry. 

Tampaknya menguntungkan semua pihak bukan? Investor dan pembeli mendapat keinginannya, arsitek mendapatkan untung, meskipun dalam beberapa sudut, skema ini bisa memberikan ‘side effect’ dari proses industri. Sebagai contoh; penggusuran, penebangan pohon-pohon, penghilangan identitas arsitektur lokal, dan sebagainya. Side effect dari pembangunan yang cukup menyedihkan adalah hilangnya potensi sumber daya alam karena eksploitasi manusia. Selain itu side effect lain juga cukup banyak, misalnya sistem sosial dalam masyarakat sedikit terganggu karena superioritas segolongan manusia.

It seems to benefit every side, doesn’t it? Investors and buyers have what they want, architects have their profit too, even though in one perspective, this scheme can bring a ‘side effect’ of industrial process. For example; the damage of natural resources, lack of local architecture identity, social problems, and many others. One side effect from building developments is the loss of natural potentials because of exploitations. 

Skema ‘keuntungan semua pihak’/ The ‘benefit for all’ scheme
Dalam dunia evolusi beberapa mamalia, terutama yang bekerja secara berkelompok untuk mendapatkan makanan, misalnya seperti monyet, sebuah grup mamalia ini akan saling bahu membahu untuk bekerja mendapatkan makanan bersama. Arsitek dalam hal ini bisa berada dalam posisi mendukung tujuan kelompok, dimana tujuan kelompok tidak lain adalah keuntungan finansial. 

In some mammals evolution, especially those that work in groups to get food, like monkeys, this mammal group will work together to find food. Architect in this manner can be in position of supporting the will of a group, to get financial profit.

Dampak dari tujuan koloni melalui sistem yang digerakkan kapital sebenarnya sangatlah mengagumkan, dari sisi manusia sebagai mahluk kecil yang melihat raksasa-raksasa bangunan hasil pembangunan. Tingkat kesenangan mendapatkan atau menikmati bangunan dalam skala, proporsi, wujud yang hadir itu barangkali setara dengan kesenangan nenek moyang kita menemukan gua terbesar, terindah dan terbaik untuk menaungi hari-harinya didunia. Namun kita berharap, apa yang dikembangkan saat ini akan mengarah pada kehidupan yang stabil dan seimbang, dari segala sisi, baik sisi humanisme, sosial dan budaya. 

The impact of colonial purpose in a capital funded system is actually really amazing, from the side of human seeing giant buildings. The level of ‘fun’ to get or enjoy building in such a scale, proportion, and reality that presence might be of the enjoyment of when our ancestors found the biggest, most beautiful and best caves. But we hope, what we develop until now will point to a more stable and harmonious life, in every side of our lives.  

Bagaimana industri membantu arsitek membuat perubahan? / How Could industry help architect to make change?
Industri selain dapat digunakan untuk mempermudah kehidupan manusia dalam membangun dan berkarya, juga dapat digunakan sebagai jalan membuat perubahan. Kita semua tahu bahwa industri memiliki dampak baik dan buruk. Kabar baiknya, dampak baik dapat digunakan dan terus dipupuk sebagai media pembangun masyarakat lebih maju, lebih bertoleransi, dan sebagainya.

Industry, is something to make our lives easier, and also a way to make change. We all know that industry has good and bad impacts. The good news is, the good side can be used and developed as a media to develop higher level society, more tolerable, etc.

Industri menyediakan bahan-bahan bangunan dan material yang lebih mudah didapatkan, lebih bersih, lebih banyak pilihan dan inovasi. Industri ini memungkinkan arsitek mengaplikasikan bahan material baru sebagai jalan menemukan pembaharuan dalam arsitektur. Dalam hal ini, hanya cara pandang industrialisme yang menjadi cara pandang baru meninggalkan yang lama (pelestarian), namun dari sisi pembaharuan ‘alat dan bahan’ dalam membangun, industri menyediakan sangat banyak pilihan. Karena itu industri tidak harus bertentangan dengan apapun bila ditempatkan dalam skema yang mendukung idealisme. 

Industry supply building materials which is not only easier to get, but also cleaner, and have more choices and innovations. Industry makes it able for architect to apply new building materials as a way to find new architecture. In this manner, industry is a new way to leave the old. New ‘tools and materials’ in building supply more choices. That is why industry doesn’t have to contradict anything as long as it is placed in a scheme to support an idealism.

11122

Cihampelas walk, the green mall

Dalam contoh Cihampelas Walk dalam website ini, industrialisme ketika bergandengan dengan ideal eco-architecture, dapat membawa perubahan pada cara pandang konvensional tentang sebuah mall, menjadi lebih hijau, lebih berwawasan lingkungan, dan lebih manusiawi tentunya. 

One example in this website is Cihampelas Walk, when industry helps eco-architecture, can bring changes in conventional thoughts about malls, becoming greener, more environmentally friendly, and more humanity, of course.

***

(Probo HIndarto)

 

Analisis Sirkulasi Universitas Pendidikan Indonesia

Ini gambar foto udara UPI dari om Google Earth, maaf gambarnya kuarang jelas. Disitu pokoknya ada gambar sirkulasi, pengguna kampus sejati pasti mengerti lah.

Sirkulasinya itu lho!

Agak capek juga dibikin muter-muter oleh sistem sirkulasi yang model begini. Awalnya tidak ada masalah, memakai sistem akses keluar-masuk  dengan satu gerbang utama, baik pejalan kaki (mahasiswa, dosen, atau pegawai kampus yang naik angkutan umum), mobil, dan motor semuanya bisa secara resmi keluar masuk kampus lewat itu main gate “tanda panah warna merah yang di bawah” yang ada biru-birunya dikit.

Tapi bayangkan, sekarang para pengendara motor yang jumlahnya kira-kira 1/3 total jumlah mahasiswa harus lewat atas (BNI UPI) dengan tantangan sedikit kemacetan karena berhadapan dengan traffic supir angkutan dan terminal Ledeng.

Berbicara masalah kedisiplinan, penegakan peraturan, maupun peraturan itu sendiri, idealnya setiap pengguna fasilitas kampus baik mahasiswa, dosen, satpam, karyawan kampus mulai rektor sampai pegawai BAAK, semuanya harus mampu membaca selain keamanan juga kenyamanan bersama.

Villa Isola, Bandung

Image via Wikipedia

 

Selain itu, UPI juga kebetulan memiliki (ditempati) salah satu bangunan bersejarah yang merupakan landmark kota Bandung, Isola itu namanya. Bikinan Schoemaker. Malu dong, kalau cucunya Shoemaker datang ke UPI diam-diam naik ojek, eh lalu dimarahin satpam karena gak boleh lewat depan, “Woi, bule! motor lewat atas!” kata kang Security (Satpam), jawab bule, “Saya mau sholat dulu di itu masjid ITC, eh Al-Furqan…pak, masa saya harus lewat atas, jauh dong!”

UPI

Seperti inilah jauhnya, hampir 7 kali lipat. Posisi dari A (Gerlong/Jl.Setiabudi) ke B (FPTK/ITC) yang biasanya bisa ditempuh dengan jarak 70-100 meter (lewat gerbang utama) – bulatan warna merah, kini harus ditempuh dengan jarak setengah kilo meter lebih (motor: lewat gerbang atas) – bulatan warna biru. Jadi pemilik motor harus menempuh itu bulatan biru, melalui traffic jalan Setiabudi + terminal, lalu bulatan kuning (pertigaan PKM), dan bulatan merah (gerbang milik mobil), baru sampai di FPTK/masjid ITC.

Sistem sirkulasi ini, selain sedikit mempengaruhi nilai ekonomi “lokasi” BNI UPI juga membuat pusing dan gerah orang-orang yang memiliki kepekaan spasial, seni tata ruang, arsitektural, maupun perspektif-perspektif kenyamanan yang lain. Khusunya pengguna kendaraan roda dua.

Tentang “keamanan”, selain berhubungan dengan sistem sirkulasi juga berkaitan dengan kenyamanan. Alasan “tingginya tingkat pencurian motor” juga harus diikuti dengan peningkatan disiplin semua pihak, juga kenyamanan yang berpihak ke semua pihak. Jadi, formalitas pemerikasaan STNK tidak hanya menjadi rutinitas hangat-hangat bulan pertama, dan selanjutnya bebas.

Masih banyak ide di kepala ini, tapi saya masih perlu data-data untuk menuliskannya. Seperti tragedi rutin gedung Gymnasium yang dua tahun sekali secara periodik disulap jadi pasar kaget. Sehingga suasana sakral wisudawan dan wisudawati terganggu dengan “area komersial kaget” yang tidak teratur itu. Menurut saya sih insiden komersial/pameran sih sah-sah saja dimana saja, asal ditempatkan pada tempatnya dan tidak ada pihak yang dirugikan, sesuai dengan peraturan/kebijakan, dan atau tidak mengganggu kenyamanan, ketertiban, dan keindahan ruang publik. Dan jangan sampai ini ada hubungannnya dengan disorientasi pendidikan (tanpa sadar tersuntik budaya materialisme/komersialisasi yang melampaui batas). Karena idealnya, saran saya pasar kaget itu diganti dengan pameran pendidikan, beasiswa S2/S3,  Pameran SMU/SMK, pameran buku, dst, boleh lah ada pameran makanan dan atau jam tangan/oleh-oleh, tapi disediakan tempat yang nyaman buat pedagang – hingga tidak mengganggu/merusak kenyamanan visual. Juga tulisan tentang ketersediaan ruang terbuka publik di UPI, tentang wacana masterplan kampus UPI, dsb.

Campus master plan, as development and zoning reference, has been an importance guideline for educational structure and infra-structure development. It means that any related campus development should comply with the campus master plan.

Finally, doa saya untuk segera terwujudnya sistem “sirkulasi baru” itu, sekaligus rencana realisasi proyek “The New Gate” hasil tender itu bisa mengobati rasa penasaran banyak orang. I love my campus at all!

Indonesia Luas Lho!

Indonesia luas lho, dan kalau mau di bandingkan dengan “the boxes outside” beserta milayaran jumlah desain dan perancangan yang sudah ada, masa kita tidak bisa mengambil pelajaran.

Coba kita jalan-jalan sedikit keluar dari kotak persepsi kita, siap?

This is Bandung:

bandung-1467-km-eyeview

Bandung

And this is some where else outside, panggil aja dengan Hongkong:

hongkong-1156-km-eyeview

Hongkong

Now let we travel to Dubai:

dubai-6149-km-eyeview

Dubai

And then going to one of Google office site (just wanna say thanks – they has making us travelled – virtually – even not phisically):

google-office-565-km-eyeview

And the “the second finally” just lets yourself thinking outside the box!

[  Because this world today are being a little village!  ]

outside-the-box

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.