Kepasrahan kepada Allah dalam Berarsitektur

Kepasrahan kepada Allah dalam berarsitektur adalah suatu bentuk keikhlasan dalam sami’na wa’ato’na we hear and obey – kami mendengar dan kami taat ketika setiap batu yang di tanam, semen yang dicampurkan, besi yang memperkuatnya, dinding yang membatasi, pintu yang menjadi akses sirkulasi, jendela yang menjembatani pandangan, atap, halaman, dan sebagainya memiliki tujuan dan profesinalisme tersendiri menyesuaikan dengan latar belakang dan kebutuhan akan suatu keutuhan bangunan

Hanya kepadaNyalah kamu semuanya akan kembali; sebagai janji yang benar daripada Allah, Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk pada permulaannya kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali (sesudah berbangkit), agar Dia memberi pembalasan kepada orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan amal saleh dengan adil. dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman air yang panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka” (10:4)

Dalam menempuh tujuannya, masing-masing bagian memikul tanggung jawab yang berbeda namun saling melengkapi. Ketika salah satunya tidak terpenuhi dengan sempurna maka struktur yang terbentuk akan membangun kekuatan yang akan merusak dan menghempaskan tujuan pembangunan, baik dalam taraf fungsi, estetika, maupun konsep.

“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, Adakah kamu Lihat sesuatu yang tidak seimbang” (67:3)

Telah tercatat dalam rangkaian kisah berdasarkan bukti, data dan fakta sejarah bahwa kepasrahan kepada Allah akan dan akan selalu membuahkan kemenangan dalam setiap dimensi ruang dan waktu. Tidak ada kekalahan dibalik kata tawakkal. Itulah esensi logis dari kepasrahan dalam berarsitektur.

Ada sebuah kesadaran positif akhir-akhir ini, bahwa di dunia yang sesak dengan senda gurau, perkataan kosong, hilangnya ruh Arsitektural, hingga disorientasi proyek demi proyek konstruksi, menjadikan jalan hidup, cerita hidup, dan pilihan hidup manusia telah menggiring mereka kembali masuk ke dalam fase struktur jahiliyah yang meluluh lantakkan fitrah, kesucian, dan kesejatian manusia secara fundamental.

Ketika jemari tangan-tangan yang memasang setiap batu bata, tangan tersebut bergerak dengan perintah sensorik ilahiah, dengan bingkai kepribadian yang menyatu dengan ideologi tertinggi yang Mahabenar, itulah kepasrahan kepada Allah dalam berarsitektur. Ketika setiap air yang mengaliri campuran pasir, semen, dan batu kerikil hingga menyatukan ketiga unsur tersebut membuat mata manusia menghitung kekuasaan Allah Yang Mahatakterhingga, maka itulah kepasrahan kepada Allah dalam berarsitektur. Ketika akhirnya batu bata dan campuran ketiga unsur tersebut dipasangkan hingga sisa air menguap dan merapatkan pasangan antar batu bata dan akhirnya menjadi dinding, membuat mulut dan jiwa satpam, supir truk, dan pengawas proyek bertasbih kepada Sang Maha Pencipta Unsur-Unsur Kimia, maka itulah kepasrahan kepada Allah dalam berarsitektur. Hingga akhirnya seluruh aktor yang berperan langsung ataupun tidak dalam sebuah proyek pembangunan, baik arsitek, investor, kontraktor, biro konsultan, notaris, manajemen konstruksi, mandor, tukang, kuli, satpam, pedagang warung kopi, pengacara, sekretaris, pemilik perusahaan pondasi, orang mekanikal dan elektrikal, orang plumbing, tukang parkir, negosiator, pemerintah daerah, polisi, dan TNI bertasbih ketika tengah berhubungan dengan proyek tersebut. Mereka tersadar dengan Mahatingginya Sang Maha Pembangun Segala Proyek di muka bumi, maka itulah kepasrahan kepada Allah dalam berarsitektur.

” Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa, yang mempunyai asmaaul Husna. bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (59:24)

Just Miphz It, what do you think?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s