Pendaftaran Menjadi Anggota IAI

  1. Anggota Biasa adalah sarjana atau lulusan D-3 arsitektur dari lembaga pendidikan tinggi arsitektur dan/atau yang setara, diakui dan sesuai dengan ketentuan organisasi, yang mempraktikkan atau menerapkan ilmu dan seni arsitektur demi pengembangan dunia arsitektur serta tidak bertentangan kepentingan dengan tujuan organisasi, dan sejalan dengan kode etik arsitek serta kaidah tata laku profesi arsitek.
  2. Anggota Mahasiswa (Student Members) adalah mahasiswa lembaga pendidikan tinggi arsitektur atau yang setara, telah diakreditasi oleh lembaga yang berwenang atau Dewan Pendidikan Arsitek, serta diakui organisasi dan sekurang-kurangnya telah menyelesaikan pendidikan tinggi arsitektur tingkat 3 (tiga) atau telah lulus 100 SKS, sesuai dengan ketentuan organisasi.

[ Penerimaan Anggota  IAI ]

Calon anggota IAI wajib memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. Persyaratan kualifikasi keanggotaan IAI dan ketentuan organisasi
  2. Persyaratan administrasi dan tata cara penerimaan anggota, yang antara lain meliputi:

i. Mengajukan permohonan menjadi anggota secara tertulis dengan mengisi dan melengkapi formulir pendaftaran anggota yang diterbitkan organisasi, ditujukan kepada pengurus daerah/cabang tempat pemohon berdomisili
ii. Apabila di daerah atau kota tempat tinggal/domisili belum terdapat kepengurusan IAI, calon anggota dapat mengajukan langsung kepada kepengurusan IAI yang terdekat atau ke pengurus nasional
iii. Formulir pendaftaran dilengkapi dengan:

  1. Tanda bukti identitas diri dan/atau kartu mahasiswa disertai dengan pasfoto
  2. Salinan sah ijazah atau dokumen bukti tanda lulus pendidikan tinggi arsitektur sesuai dengan persyaratan kualifikasi, atau yang setara dan berkaitan dengan bidang arsitektur
  3. Melampirkan keterangan riwayat hidup (Curriculum Vitae) atau pengalaman praktik profesi dan/atau penerapan pengetahuan, ilmu, dan seni arsitektur dalam portofolio/foto-foto/gambar rekaman visual hasil karya.

Rekomendasi sekurang-kurangnya dari:

1. Organisasi profesi arsitek setempat yang menyatakan keanggotaan calon yang bersangkutan adalah sah, serta berkualifikasi sesuai dengan persyaratan; atau

2. Lembaga pendidikan tinggi arsitektur yang menyatakan status kemahasiswaan calon anggota yang bersangkutan adalah sah dan berkualifikasi sesuai dengan persyaratan; atau

3. Dua (2) orang anggota biasa atau profesional yang mengenal pemohon dan secara moral bertanggung jawab terhadap integritas calon anggota.

Anggota biasa dapat meningkatkan status keanggotaannya menjadi anggota profesional, dengan mengajukan permohonan secara tertulis kepada pengurus setempat setelah memenuhi persyaratan kualifikasi dan administrasi.

Anggota mahasiswa yang tidak lagi menjadi mahasiswa atau telah menyelesaikan kesarjanaannya pada lembaga pendidikan tinggi arsitektur, secara langsung status keanggotaan mahasiswanya gugur dan yang bersangkutan dapat mengajukan permohonan tertulis untuk menjadi anggota biasa sesuai dengan persyaratan kualifikasi.

12 thoughts on “Pendaftaran Menjadi Anggota IAI”

  1. Siang pa, pa saya lulusan Teknik Arsiektur tahun 2003 dari Jakarta, saya ingin mendaftarkan diri untuk masuk keanggotaan IAI, tetapi informasi yang saya terima melalui teman yang pernah mendaftar katanya biaya administrasi cukup mahal sehingga saya mundur, dan apa saja yang saya dapatkan jika ikut bergabung…..apa saya akan selalu mendapatkan proyek dari IAI atau mendapatkan kemudahan didalam mencari proyek/kerja.

    Apakah IAI selalu memperhatikan anggotanya yang mungkin sedang kesulitan mencari kerja, karna yang ditakutkan hanya anggota2 yang terdekat saja yang diperhatikan/diutamakan.

    Mohon dibalas.

    Terima kasih

  2. Coba saja langsung datang ke sekretariat terdekat, saya jg kurang tahu masalah biaya tersebut. IAI adalah organisasi yang lebih kurang seperti ini:

    IAI didirikan secara resmi pada tanggal 17 September 1959 di Bandung. Kini di usianya yang ke-48, IAI telah beranggotakan lebih dari 11.000 arsitek yang terdaftar melalui 27 kepengurusan daerah dan 2 kepengurusan cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan kepengurusan daerah termuda di Nusa Tenggara Timur yang dideklarasikan pada tanggal 27 Oktober 2007 lalu.

    IAI aktif dalam kegiatan internasional melalui keanggotaannya di ARCASIA (Architects Regional Council of Asia) sejak tahun 1972 dan di UIA (Union Internationale des Architectes) sejak tahun 1974, serta AAPH (Asean Association Planning and Housing) di mana IAI merupakan salah satu pendirinya.

    Di dalam negeri pun selain bermitra dengan pemerintah, IAI tetap aktif bergaul dengan asosiasi profesi lain, seperti melalui keanggotaan dalam Lembaga Pegembangan Jasa Konstruksi dan Forum Asosiasi Profesi Jasa Konstruksi.

    SEJARAH PEMBENTUKAN IAI

    Di penghujung tahun 50-an dikeluarkan instruksi membentuk gabungan perusahaan sejenis yang dimaksudkan selain untuk memudahkan komunikasi antara pemerintah dengan dunia pengusaha, juga diharapkan dapat menentukan suatu standar kerja bagi para pelakunya. Dengan begitu, dapat dipastikan bahwa pemerintah sebagai pemberi tugas paling besar pada masa itu, dapat memastikan perolehan barang dan jasa yang bermutu.

    Penataan di bidang usaha perencanaan dan pelaksanaan pembangunan fisik diserahkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum. Pada bulan April 1959, menteri mengadakan suatu konferensi nasional di Jakarta untuk membentuk Gabungan Perusahaan Perencanaan dan Pelaksanaan Nasional (GAPERNAS). Konferensi ini dihadiri oleh beberapa arsitek, baik tua maupun muda (baru lulus) dari berbagai lingkup kegiatan.

    Dalam konferensi tersebut, para arsitek yang mewakili bidang perancangan merasa sangat tidak puas karena mereka berpendapat bahwa kedudukan perencanaan dan perancangan tidaklah sama dan tidak juga setara dengan pelaksanaan. Pekerjaan perancangan berada di dalam lingkup kegiatan profesional (konsultan), yang mencakupi tanggung jawab moral dan kehormatan perorangan yang terlibat, karena itu tidak semata-mata berorientasi sebagai usaha yang mengejar laba (profit oriented). Sebaliknya pekerjaan pelaksanaan (kontraktor) cenderung bersifat bisnis komersial, yang keberhasilannya diukur dengan besarnya laba. Lagi pula tanggung jawabnya secara yuridis/formal bersifat kelembagaan atau badan hukum, bukan perorangan, serta terbatas pada sisi finansial saja. Waktu itu, Ir. Soehartono Soesilo yang mewakili biro arsitektur PT Budaya dan Ars. F. Silaban tidak bisa berbuat apa-apa. Ketidakpuasan mereka terpendam dalam hati, akan tetapi justru pertemuan dan ketidakpuasan itulah yang kemudian memicu lahirnya organisasi profesi bagi para arsitek Indonesia. Di gedung Harmonie Jakarta itulah mereka sepakat berbagi tugas untuk mengadakan pertemuan lagi dengan mengajak rekan-rekan arsitek lainnya. Ars. F. Silaban akan menghubungi para arsitek senior, sedangkan Ir. Soehartono Soesilo akan menggalang para arsitek muda lulusan ITB yang hingga tahun 1958 itu telah meluluskan 17 orang arsitek muda.

    Ars. F. Silaban adalah seorang arsitek otodidak; pendidikan formalnya hanya setingkat STM, tetapi ketekunannya membuahkan beberapa kemenangan sayembara perancangan arsitektur, sehingga dunia profesi pun mengakuinya sebagai arsitek. Pada waktu itu dia masih menjabat sebagai Kepala Pekerjaan Umum Bogor. Di samping jabatannya itu, dia pun berpraktik sebagai arsitek, dan telah memenangkan sayembara Gerbang Taman Makam Pahlawan Kalibata (1953) dan perancangan Mesjid Istiqlal (1954), dan sedang mengerjakan beberapa gedung milik Bank Indonesia di Jakarta.

    Soehartono Soesilo lulus dari ITB tahun 1958 dan langsung bekerja di biro arsitek Budaya di Bandung yang didirikan oleh ayahnya, Ars. M. Soesilo. Selama revolusi kemerdekaan, dia bergabung dalam Polisi Tentara (CPM) di Resimen Tangerang dan setelah penyerahan kedaulatan, dia kembali melanjutkan sekolah. Ketika masih mahasiswa tahun pertama, dia memrakarsai pendirian Ikatan Mahasiswa Arsitektur “Gunadharma” dan menjadi ketua pertamanya. Jelaslah, walaupun masih muda, tetapi kesadaran profesionalnya sudah matang.

    Akhir kerja keras dua pelopor ini bermuara pada pertemuan besar pertama para arsitek dua generasi di Bandung pada tanggal 16 dan 17 September 1959. Pertemuan ini dihadiri 21 orang, tiga orang arsitek senior, yaitu: Ars. F. Silaban, Ars. Mohammad Soesilo, Ars. Lim Bwan Tjie dan 18 orang arsitek muda lulusan pertama Jurusan Arsitektur ITB tahun 1958 dan 1959.

    Pertemuan pertama diadakan di jalan Wastukancana, di rumah saudara Ars. Lim Bwan Tjie di seberang pompa bensin Wastukancana, ini dilakukan sebagai penghormatan kepada beliau, arsitek paling senior. Menjelang malam kedua, tanggal 17 September, pertemuan dipindah ke rumah makan Dago Theehuis (sekarang Taman Budaya Jawa Barat) di Bandung utara agar suasananya lebih netral. Dalam kedua pertemuan tersebut dirumuskan tujuan, cita-cita, konsep Anggaran Dasar dan dasar-dasar pendirian persatuan arsitek murni, sebagai yang tertuang dalam dokumen pendiriannya, “Menuju Dunia Arsitektur Indonesia yang Sehat”.

    Pada malam yang bersejarah itu resmi berdiri satu-satunya lembaga tertinggi dalam dunia arsitektur profesional Indonesia dengan nama: Ikatan Arsitek Indonesia disingkat IAI.

    Jakarta, 9 November 2007
    Badan Sinfar IAI

    Coba saja kontak ke sini:

    Ikatan Arsitek Indonesia
    [ sekretariat nasional ]

    Jakarta Design Center Lt. 7
    Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 53
    Jakarta 10260
    Indonesia

    Phone :+62 (021) 5304715
    Fax :+62 (021) 5304722

    Email: iai@iai.or.id

  3. iai yang terhormat saya adalah tenaga STM Gambar dengan Pengalaman bidang Perencanaan dan Tata Ruang baik Gedung maupun Lanscape kurang lebih 16 tahun, yang saya mau tanyakan adalah apa boleh Tenaga seperti saya menjadi anggota IAI, krn slama ini saya tetap mengikuti Bulletin dan apapun yang berkaitan dengan Arsitektur. Mohon dijelaskan kalau bisa bagaimana persyaratannya.

  4. Perkenalkan saya Ludy Hartono mahasiswa Arsitektur Institut Sains dan Teknologi TD Pardede (ISTP) Medan, sekarang sudah tingkat tiga semester 6, ingin mengajukan diri menjadi anggota mahasiswa, gmana cara nya? Mohon bantuan dan kerjasama.

  5. Halo pak, senang baca tulisan bapak yang di rekomendasi google setelah saya masukkkan keywords “syarat rumit menjadi anggota arsitek iai”….🙂

  6. Nama saya Ramma.R, ST skrng bekerja di kontraktor swasta nasional sebagai Site Engineer Arsitek, sy tertarik menjadi anggota IAI ….apa saja syaratnya…..?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s