Dekorasi Kamar dan Mahasiswa Drop Out

Penelitian masa lalu terhadap perilaku teritorial kebanyakan memusatkan perhatian pada populasi binatang; sedikit sekali yang melakukannya pada teritorialitas manusia. Studi yang dilakukan pada manusia untuk melihat perilaku teritorial di dalam kelompok dan individu biasanya menggunakan beberapa metodologi yang tipikal, mulai laboratorium yang di kontrol, eksperimen manipulatif, sampai kepada observasi lapangan. Vinsel dkk (1980) melaporkan adanya hubungan antara cara mahasiswa mempersonaliasi kamar asramanya (teritori primer) dengan dekorasinya dan apakah mereka akan DO (drop-out). Mahasiswa yang mendekorasi kamarnya dengan berbagai hal yang berhubungan dengan komitmen terhadap universitas, ia mampu bertahan hingga lulus ketimbang mahasiswa yang kamarnya tidak didekorasi demikian. /// Kemungkinan cara mereka mempersonalisasi teritori memberi mereka perasaan “aman” yang mendorong keberhasilan dalam perkuliahan. Di lain pihak, personalisasi kamar asrama dapat merefleksikan adanya komitmen, dan kurangnya personalisasi dapat merefleksikan sikap alienasi (ingin menyendiri). Ini mengindikasikan rencana seseorang untuk keluar dari lingkungannya. Bagi para mahasiswa, tumpahkan kreativitas Anda untuk mendekorasi kamar segera.😉

3 thoughts on “Dekorasi Kamar dan Mahasiswa Drop Out”

  1. salam_
    dekorasi sebuah ruangan menjadi salah satu unsur yang dapat memengaruhi emosional sang pemilik.
    lantas bagaimana jika sang pemilik tersebut termasuk orang yang memiliki pribadi yang kurang menentu (bukan berarti plin-plan atau tanpa pendirian). tetapi, terdapat pribadi yang pada satu waktu ia ingin dirinya teralienasi dari lingkungan publik, sendiri, untuk muhasabah diri. kesendirian dan berada dalam suasana hening pun menjadi salah metode yang diterapkannya dalam belajar. akan tetapi di lain kesempatan ia ingin juga menjadi pribadi yang terbuka terhadap orang lain, sehingga ia mulai membuka diri dan membuka pintu kamar kos-nya untuk rekannya. lantas apakah sang pemilik kamar harus kerap kali mengganti dekorasi kamarnya sesuai mood?
    satu hal lagi..
    sang pemilik adalah pribadi yang cenderung “tertutup”, ia berpikir bahwa gambar atau tulisan yang menghiasi dinding kamarnya akan menunjukan pribadinya. tapi di sisi lain ia juga suka pada gambar, dan lebih senang lagi ketika ia dapat melihat gambar favoritnya setiap saat(peta atau wayang, misalnya).
    jadi,.dekor kamar yang seperti apa yang bisa mewakili kedua pribadi tersebut..?
    tks
    wslm_

  2. Dekorasi kamar yang dimaksud mungkin lebih cenderung kepada dekorasi yang memasukkan unsur-unsur teknis perkuliahan, bentuknya mulai jadwal mata kuliah yang dibuat semenarik mungkin, target-target jangka pendek perkuliahan, sampai hal-hal yang bersifat motivasional atau cenderung jangka panjang seperti ingin melanjutkan kuliah di luar negri, bekerja di perusahaan X, dsb, mungkin salah satunya dalam betuk gambar atau foto, yang berhubungan dengan komitmennya dan ketertarikannya terhadap studi yang secara tidak langsung dapat merefleksikan level motivasi yang dimiliki seorang mahasiswa. Desain dan personalisasi teritori akan mendorong pembentukan identitas serta rasa aman manusia. Di sisi lain, tentang pengaruh emosional, desain kamar bisa mempengaruhi emosi pada teritori pimer (contohnya kamar) pemilik kamar, sebaliknya pun demikian emosi juga dapat mempengaruhi pola desain kamar yang bersangkutan. Dari sisi motivasi, mungkin kita pernah mendengar “law of attraction” yang dipopulerkan melalui buku the secret, saya kurang tahu apakah ini berdasarkan teori ilmiah, bahwa sesuatu yang dipikirkan dan digambarkan secara berulang-ulang dan konstan akan menarik “energi positif” akan hal tersebut, tapi dengar-dengar mereka mendasarkan teori motivasinya dengan fisika modern “fisika kuantum”.😉

  3. Oh iya, mungkin berbeda antara teralienasi dari lingkungan dengan mengalienasi diri dari lingkungan. Yang pertama, alineasi pasif, terjadi akibat akomodasi lingkungan yang kurang baik, atau dengan kata lain karena suatu tekanan yang mengharuskannya untuk keluar. Yang kedua, mengalineasi diri secara aktif, dalam arti mencari posisi yang lebih menguntungkan, dalam hal ini mencari ketenangan, misalnya dalam rangka muhasabah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s