SMKN 5 BANDUNG – selamat hari guru

Sebagai mahasiswa tingkat akhir di Universitas Pendidikan Indonesia, mendengar bahwa hari ini ternyata adalah Hari Guru, membuat saya berpikir sejenak, merenung, dan berusaha merefleksi makna hari guru.

Wahai guruku, seorang yang mendedikasikan dirinya sebagai seorang pendidik yang tidak kenal lelah menyampaikan ilmu, demi kesuksesan anak didiknya, demi regenerasi dan kemajuan bangsanya, ia rela berpeluh memeras keringat, membanting tulang. Walau kompensasi yang ia terima tidak seberapa, ia tetap berkeyakinan di dalam hatinya bahwa masa depan bangsa berada dalam genggamannya, nilai-nilai luhur pendidikan.

Terimakasih guruku, jasamu biarlah Dia yang menilai, karena aku tahu engkau rela melakukan ini semua hanya dengan satu harapan, kompensasi dari-Nya. Walau demikian wahai guruku, kami sebagai generasi penerus bangsa masih menyimpan segenggam rahasia, bahwa kami berjanji akan memperjuangkan kelayakan yang patut engkau terima.

Selama hampir 3 bulan terakhir saya sedang Praktek Latihan Profesi (PLP), salah satu program praktek kerja lapangan yang memasukkan kewajiban latihan mengajar di sekolah. Sekalipun judul tempat saya kuliah adalah “Arsitektur”, tapi karena bernaung di sebuah institusi pendidikan, maka nama program studi saya ini bernama Pendidikan Teknik Arsitektur. Progam Pendidikan Arsitektur yang akan meluluskan mahasiswanya dengan keahlian mendidik. Tidak tanggung-tanggung, gelar yang diberikan pun S.Pd (Sarjana Pendidikan). Cukup berat rasanya menerima gelar sebagai seorang pendidik. Seorang pendidik adalah seseorang yang memiliki kesabaran dan kecintaan layaknya seorang ibu kepada anaknya, seorang ibu yang rela membesarkan anak-anaknya dalam kondisi apapun.

SMKN 5 BANDUNG, adalah sekolah menengah kejuruan yang memiliki 4 program keahlian, antara lain Teknik Gambar Bangunan, Teknik Konstruksi Batu dan Beton, Teknik Survei dan Pemetaan, dan Analis Kimia. Sekolah ini menjadi tempat saya melatih skill profesi keguruan. Mulanya sangat berat, betapa tidak, seorang mahasiswa yang sehari-harinya hanya makan-kampus-tidur-main dan beberapa kegiatan lain, harus masuk ke dalam situasi mengajar yang diprogram cukup ketat. Mulai hadir tepat jam 7 pagi dan pulang sore sekitar jam 4, mengikuti upacara bendera tiap Senin, membina ekstrakulikuler siswa, mengajar, piket, dll telah membuat jam harian saya mengalami perubahan drastis. Adaptasi yang dilakukan harus sangat cepat dan ini memang cukup melelahkan.

Bahkan teman-teman mahasiswa lain yang awalnya berambut gondrong, berpakaian gaya kucel, selau terlambat ke kampus, dan segala ketidakteraturan lainnya harus memaksakan dirinya menjadi seorang pribadi guru yang karismatik, seseorang yang menjadi pribadi ideal, rambut pun dipotong rapi, membeli atau meminjam celana formal (karena celananya jeans semua), dan memakai kemeja dengan rapi.

Saat kebijakan pemerintah belum bisa dijadikan harapan untuk kemajuan pendidikan, sekurang-kurangnya film laskar pelagi cukup mengetuk hati saya untuk melangkah percaya diri.

Saat saya masuk dan menceburkan diri di SMKN 5 BANDUNG, baru terasa ternyata betapa apriorinya saya selama ini. Mendengar dan ngobrol bersama guru-guru senior di sekolah, guru-guru yang sudah menghabiskan belasan dan puluhan tahun mengajar, rasanya banyak sekali pemahaman saya yang harus diperbaiki.

Sebagai mahasiswa dari Jurusan Pendidikan Teknik Arsitektur, di sekolah ini saya mendapat tugas mengajar Gambar Teknik Dasar. Mata pelajaran yang menurut saya tidaklah terlalu sulit. Sangat dasar, mulai mengajarkan dasar-dasar garis, simbol-simbol bangunan, segi banyak beraturan, dasar-dasar gambar tiga dimensi, dsb. Semua saya jalani hampir tanpa tekanan. Banyak pelajaran dan pengalaman yang saya terima dari program ini. Mulai penguasaan kelas, mengenali siswa, mengajarkan disiplin, kebersihan, kerapihan gambar, mengatasi siswa-siswa bermasalah, mendekati beberapa siswa secara pribadi, dst. Dengan pengalaman ini saya bisa lebih dalam ketika memahami makna Hari Guru dan alasan kenapa mereka disebut pahlawan tanpa tanda jasa. Guruku, aku tetap memegang rahasia itu.

18 thoughts on “SMKN 5 BANDUNG – selamat hari guru”

  1. Winy menyukai ini.
    3 detik yang lalu.

    ya miph, semakin banyak ngobrol dengan guru-guru senior yang penuh dedikasi, semakin iri kita atas ilmu yang mereka amalkan, dan semakin malu bahwa sebenarnya kita gak ada apa-apanya. (kita? saya denk…)

  2. hari guru toh sekarang? ehm … udah lama ga upacara jadi lupa😛
    *waaah… senang nemu anak UPI, salam kenal yo salam persahabatan dari ilkom*

  3. hai hai hai..

    wlopun aq bukan alumni SMKN 5 BANDUNG, tapi aq mau ngucamin met hari guru juga,,

    hehehhe wlopun dah lwt,,
    thank dah berkunjung di blog ku…

    mari berkawan (^o^)

  4. Ass. yang sulit jadi sebenarnya menjiwai propesi menjadi seorang guru, nah tugas pemerintah memperhatikan kesejahteraan guru, sebab bagaimanapun guru juga rakyat Indonesia

  5. @winy, yup…
    @dedi, baru diedit nih, hehe, kemaren upload via HP
    @maryam, iyaaa, mari bertemand…
    @ichazutto, hehe…
    @rabbani75, tugas pemerintah dan seluruh stakeholder😉

  6. tapi ga sedikit jg guru yg sering menyalahgunakan wewenang dan kurang bertanggung jawab serta menjadi contoh yg tdk baik bagi murid2nya..ironis tapi yah manusia kan memang tdk ada yg sempurna..bkn masalah profesi lebih kembali ke sifat pribadi seseorang..terima kasih guru..hehehe^^ (telat)..

  7. qw nak smk 5 bdg…
    hemmb moga sukses paa…
    kerennn….
    b’juang paaaa beserta ppl laen……

  8. pahlwan tnp tnda jasa’guru’.*
    pa agus…msi suka ngerazia sepatu slain wrn itam…he3 peace pak…hormat km x ank di2k.

  9. ane alumni SMK N 5 bandung,walaupun sekarang kerjaan bukan dibidang konstruksi tapi ane masih tetep kangen gambar gambar lagiii

  10. Lebih pendalaman lagi dari materi pelajaran masing-masing jurusan yang akan menjadi bekal buat adik2 baik yang meneruskan kuliah apalagi yang langsung berhadapan dengan lapangan pekerjaan…. maju terus smk 5/stmn 3…….bisa………!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s