Category Archives: Theory & Literature

Parameter: Vitruvius, a good building should satisfy the three principles of firmitas-utilitas-venustas. Occupying rationalism, empiricism, structuralism, poststructuralism, and phenomenology, dkk.

Daur Hidup Bangunan (Building Life Cycle)

Image

Sekarang sudah bukan lagi jamannya bangunan setengah matang, khususnya di Indonesia. Untuk setia pada idealisme desain dan SOP saja tidak mampu apalagi setia pada lingkungan. Yang dijadikan payung perhitungan hanya kapan bangunan/aset bisa balik modal, sedangkan dampak lainnya tidak dihitung, atau lupa dihitung, atau pura-pura lupa dihitung.

Membangun sebuah fasilitas atau hunian bagai jualan krupuk. Begitu mudah karena pertimbangannya semata bertumpu pada profit, kepentingan piring yang sesaat. Aturan apa saja bisa digadaikan, rakyat dan kebenaran bisa dijual untuk kepentingan dan keuntungan diri sendiri dan kelompoknya. Lagipula, lingkungan dan nasib anak cucu yang mestinya dijunjung tidak diseimbangkan dengan mendahulukan kewajiban asasi dan batas-batas profesionalitas, norma, etika, dan hukum. Tak heran bila banyak sekali mark up pada proyek dan apa saja bisa dijadikan alasan untuk meningkatkan kesaktian pihak-pihak tertentu. Semakin terang asumsi yang mengatakan bahwa dunia ini dihuni oleh 10% orang baik, 10% orang nakal, dan 80% orang yang belum punya pendirian. Poor people talking about money, average people talking about things, and great people talking about idea.

Selamat datang di dunia proyek! Dimana “oli” banyak ditemui di setiap sudut bangunan, untuk melicinkan setiap detail pekerjaan. Profesionalisme dipinggirkan, kapasitas dan kapabilitas dinomertigakan, karena nomer dua dan satunya adalah duit dan uang.

Jadi, kalau boleh menambahkan “insert” pada diagram daur hidup bangunan di atas, mestinya ditambahkan “grease” di setiap segmen nya. Atau ditambahkan fase audit dan kepastian temuan BPK dan pemeriksaan KPK seperti kasus Hambalang. Anyway, ada gak sih proyek yg dibangun tanpa biaya siluman dan jatah preman di Indonesia? Mungkin bukan ada atau tidak, karena pasti ada, tapi berapa besar atau kecilnya? Wani piro? Kalau pertanyaan dibalik menjadi “memangnya ada proyek yang bersih dan lurus dan tidak ada yang bocor?” mungkin yang bisa menjawab hanya sebagian kecil saja 🙂

Advertisements

Teori Gestalt

Dalam teori Gestalt, hal yang perlu diperhatikan adalah konsep tentang form, yaitu suatu elemen yang terstruktur dan tertutup dalam pandangan visual seseorang. Hukum-hukum pada teori Gestalt antara lain:

  1. Proksimitas atau kedekatan jarak merupakan kondisi yang paling sederhana dari suatu organisasi. Menurut teori Gestalt, obyek-obyek yang memiliki jarak  yang lebih dekat cenderung dilihat lebih berkelompok secara visual.
  2. Similiaritas, bila elemen-elemen memiliki similiaritas atau kualitas yang sama dalam hal ukuran, tekstur dan warna, maka elemen-elemen tersebut cenderung akan diamati sebagai suatu kesatuan.
  3. Ketertutupan, unit visual cenderung membentuk suatu unit yang tertutup. Persepsi individu sangat tergantung dari fokus pandangannya, sehingga bagian yang terbuka pada suatu elemen akan otomatis dianggap sebagai suatu yang tertutup.
  4. Kesinambungan, hukum ini menyatakan bahwa seseorang akan cenderung mengamati suatu elemen yang berkesinambungan sebagai satu kesatuan unit.
  5. Bidang dan simetri, hukum ini menyatakan semakin kecil area tertutup dan simetris semakin cenderung terlihat sebagai suatu unit.
  6. Bentuk dan latar, bahwa sebuah obyek akan terlihat berbeda ketika sebuah bentuk memiliki latar yang kontras.

Continue reading Teori Gestalt

Ruang Publik

Bentuk dari ruang publik bergantung pada pola dan susunan massa bangunan. Menurut sifatnya ruang umum dapat dibedakan menjadi dua , yaitu:

  1. Ruang Tertutup Umum, yaitu ruang yang terdapat di dalam bangunan.
  2. Ruang Publik Umum, yaitu ruang yang terdapat di luar bangunan.

Definisi ruang publik umum dapat diuraikan sebagai berikut :

  • Bentuk dasar dari ruang publik umum selalu terletak di luar massa bangunan.
  • Dapat dimanfatkan dan dipergunakan oleh setiap orang.
  • Memberi kesempatan untuk bermacam – macam kegiatan.

Contoh ruang publik umum  adalah jalan, pedestrian, taman lingkungan, plaza, taman kota, dan taman rekreasi.

Definisi ruang publik khusus dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Bentuk dasar ruang publik selalu terletak di luar massa bangunan.
  2. Dimanfaatkan untuk kegiatan terbatas dan dipergunakan untuk keperluan khusus / spesifik.

Contoh ruang publik khusus adalah taman rumah tinggal , taman lapangan upacara, daerah lapangan terbang , dan daerah untuk latihan kemiliteran. Menurut kegiatannya, ruang publik terbagi atas dua jenis , yaitu ruang publik aktif dan ruang publik pasif.

  1. Ruang publik Aktif, adalah ruang publik yang mempunyai unsur – unsur kegiatan di dalamnya. Misalkan bermain, olahraga, jalan-jalan, dan lain-lain. Ruang publik ini dapat berupa plaza, lapangan olahraga, tempat bermain anak dan remaja, penghijauan tepi sungai sebagai tempat rekreasi, dan lain-lain.
  2. Ruang publik Pasif, adalah ruang publik yang di dalamnya tidak mengandung unsur – unsur  kegiatan manusia. Misalkan penghijauan tepian jalur jalan, rel kereta api, bantaran sungai, ataupun penghijauan daerah yang bersifat alamiah. Ruang publik ini berfungsi sebagai keindahan visual dan fungsi ekologis semata.

Ditinjau dari Segi Bentuk Menurut Rob Rimer (Urban Space) bentuk ruang publik secara garis besar dapat dibagi menjadi dua, yaitu :

  1. Ruang publik berbentuk memanjang (koridor) pada umumnya hanya mempunyai batas pada sisi-sisinya, misalkan, bentuk ruang publik jalan, dan bentuk ruang publik sungai.
  2. Ruang publik berbentuk membulat pada umumnya mempunyai batas di sekelilingnya, misalkan, bentuk ruang lapangan upacara, bentuk ruang area rekreasi, dan bentuk ruang area lapangan olahraga.

Berdasarkan sifatnya ada dua jenis ruang publik, yakni :

  1. 1. Ruang publik Lingkungan adalah ruang publik atau ruang yang disengaja dibuat untuk memenuhi fungsi tertentu yang terdapat pada suatu lingkungan yang sifatnya umum
  2. 2. Ruang publik Antar Bangunan adalah ruang publik yang tidak disengaja yang terbentuk oleh massa bangunan. Ruang publik ini mempunyai fungsi antara dapat bersifat umum ataupun pribadi sesuai dengan fungsi bangunannya.

Menurut Utermann dan Small terdapat tiga fungsi ruang publik bila dihubungkan dengan bidang arsitektur , yaitu :

  1. Ruang publik untuk kenyamanan (jalan setapak , jalur hijau , taan dan daerah bermain).
  2. Ruang publik serius (area parker dan ruang – ruang pelayanan lainnya).
  3. Ruang publik untuk menciptakan bentuk dan citra.

Adapun ruang terbuang yakni ruang mati atau ruang “sisa” yang ada pada bangunan adalah ruang yang di dalam desain harus dihindari. Bila ini terjadi maka perancangan ruang yang diolah menandakan belum adanya pemikiran secara utuh terhadap pemanfaatan tapak secara keseluruhan. Ruang luar menurut kesan fisiknya terbagi atas :

  1. Ruang positif, yairu suatu ruang publik yang diolah dengan perletakan massa bangunan/ objek tertentu yang melingkupinya dan memberikan manfaat disebut ruang positif. Biasanya di dalamnya terkandung berbagai kepentingan dan kegiatan manusia.
  2. 2. Ruang negatif, yaitu ruang publik yang menyebar dan tidak berfungsi dengan jelas serta bersifat negative , biasanya terjadi secara spontan tanpa kegiatan tertentu. Terbentuk dengan tidak terencanakan, tidak terlingkup dan tidak termanfaatkan dengan baik sesuai dengan kebutuhan. Dapat pula terbentuk akibat adanya ruang yang terbentuk antara dua atau lebih bangunan yang tidak direncanakan khusus sebagai ruang publik.

Ruang

Ruang tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia dimanapun ia berada, baik secara psikologi dan emosional (persepsi), maupun dimensional. Manusia selalu berada dalam ruang, bergerak serta menghayati, berpikir juga mnciptakan ruang untuk menyatakan bentuk dunianya. Ciptaan yang artistik disebut “ruang arsitektur”. Ruang arsitektur ini menyangkut interaksi antara ruang dalam dan ruang luar, yang saling mendukung dan memerlukan penataan lebih lanjut.

Ruang mempunyai arti penting bagi kehidupan manusia. Semua kehidupan dan kegiatan manusia sangat berkaitan dengan aspek ruang. Adanya korelasi antara manusia dengan suatu objek, baik secara visual maupun secara indra pendengar, indra perasa, dan indra penciuman akan selalu menimbulkan kesan ruang.  Para pakar yang mencoba menafsirkan ruang, memberikan pendapat yang berbeda – beda.

Ruang adalah suatu kerangka atau wadah dimana objek dan kejadian tertentu berada” (Plato)

Ruang bukanlah sesuatu yang objektif sebagai hasil pemikiran dan perasaan manusia”(Immanuel Kant)

“Lima karakteristik ruang diantaranya; suatu tempat yang dikelilingi; tempat itu bukan bagian dari yang mengelilingi; tempat dari benda tak lebih kecil atau besar dari benda itu sendiri; apakah tempat itu bergerak pada akhirnya akan berhenti pada suatu tempat di mana ia berada.” (Aristoteles)

Ruang tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan manusia. Hal ini disebabkan manusia selalu bergerak dan berada di dalamnya. Ruang tidak akan ada artinya jika tidak ada manusia. Oleh karena itu, titik tolak dari perancangan ruang harus selalu didasarkan pada manusia.

Hubungan manusia dengan ruang secara lingkungan dapat dibagi dua, yaitu hubungan dimensional (Antropometri) serta hubungan psikologi dan emosional (Proksemisitas). Hubungan dimensional menyangkut dimensi-dimensi yang berkaitan dengan tubuh dan pergerakan kegiatan manusia. Hubungan psikologis dan emosional menentukan ukuran-ukuran kebutuhan ruang untuk kegiatan manusia. Salah satu perasaan kita yang penting mengenai ruang ialah perasaan teritorial, perasaan ini memenuhi kebutuhan dasar akan identitas diri, kenyamanan, dan rasa aman pada pribadi manusia (Edward T.Hall)

Dekorasi Kamar dan Mahasiswa Drop Out

Penelitian masa lalu terhadap perilaku teritorial kebanyakan memusatkan perhatian pada populasi binatang; sedikit sekali yang melakukannya pada teritorialitas manusia. Studi yang dilakukan pada manusia untuk melihat perilaku teritorial di dalam kelompok dan individu biasanya menggunakan beberapa metodologi yang tipikal, mulai laboratorium yang di kontrol, eksperimen manipulatif, sampai kepada observasi lapangan. Vinsel dkk (1980) melaporkan adanya hubungan antara cara mahasiswa mempersonaliasi kamar asramanya (teritori primer) dengan dekorasinya dan apakah mereka akan DO (drop-out). Mahasiswa yang mendekorasi kamarnya dengan berbagai hal yang berhubungan dengan komitmen terhadap universitas, ia mampu bertahan hingga lulus ketimbang mahasiswa yang kamarnya tidak didekorasi demikian. /// Kemungkinan cara mereka mempersonalisasi teritori memberi mereka perasaan “aman” yang mendorong keberhasilan dalam perkuliahan. Di lain pihak, personalisasi kamar asrama dapat merefleksikan adanya komitmen, dan kurangnya personalisasi dapat merefleksikan sikap alienasi (ingin menyendiri). Ini mengindikasikan rencana seseorang untuk keluar dari lingkungannya. Bagi para mahasiswa, tumpahkan kreativitas Anda untuk mendekorasi kamar segera. 😉

TEORI TRANSAKSIONAL

Teori ini menjelaskan tentang peranan pengalaman persepsi dan menkankan hubungan dinamis antara manusia dan lingkungan. Persepsi merupakan transaksi dimana lingkungan dan pengamat saling bergantung satu dengan yang lainnya. William Ittelson (1960) mendefenisikanya sebagai berikut: “Persepsi adalah bagian dari proses yang hidup dimana setiap orang, dari sudut pandangnya masing-masing menciptakan dunianya, dalam mencapai suatu kepuasan.” Kontribusi penting dari teori transaksional terhadap teori desain arsitektur adalah, pengalaman membentuk orang untuk memberi perhatian kepada lingkungan dan kepada apa yang penting bagi dirinya. Teori estetik positif mana pun pasti mengakui hal ini, dan mengingatkan bahwa memandang dunia sebagai sebuah lingkungan, berbeda dari sekadar memandangnya sebagai obyek, meskipun bisa dianggap demikian. (Psikologi Arsitektur : Deddy Halim, Ph.D)

Architectural Design Process

Well,I’ll try to write about it because there are a lot of traffic searching an “Architecture Design Process from Mr.Google” reported on my wordpress stats. I would’nt show the detail, because I can’t.Hehe:)Im too poor to write about this,  sorry.But, I’ll try.Within my bad english for you:)We know that thedisambiguationofArchitecturedefenition on internet made us confused to find the appropiate keywords,right?Its just about a literal problems. Electonics, computer softwares, macro plannings (design in planology), machines design, and others design related are also using thisArchitectureterms. So, we must to multiple our skill to find the correct and popular keywords for our spesific searching over the internet. If you were searching some images  on google about Architecture you will findthis page, so thanks again to Mr. Google … (lol they were working for us:) But, “ARCHITECTURE IS OUR DEFENITION, not them!” As a basic design process, this “Architecture Design Process” topic become important for Architecture student, and i just wait wikipedia create an article about it.

Architectural drawing and Architectural plan

Architectural drawing is technical drawing of architecture and drawing for architectural projects. Architectural drawing are a means of communicating ideas, concepts and details, and require drafting skills in modern and traditional methods of architectural drawing.

The term Architectural plans is often used as synonym, but this term has other meaning as well. It can mean a Floor plan; more general any Scale drawing of a structure; the complete Documentation of a building project or the plan to implement an architectural project.

Architectural drawing can includes all architectural contracts and drawings such as plot plans, floor plans, elevations, sections, details, schedules, etc., and any architectural drawing that forms a part of the contract documents. Exceptions can include mechanical, electrical and structural drawings, as well as specialized data that are normally handled by specialists in those fields.

[  ]


An architectural plan is a plan for architecture, and the documentation of written and graphic descriptions of the architectural elements of a building project including sketches, drawings and details.

The term “Architectural plan” can have multiple related meaning:

  • Plan for an architectural project
  • Documentation of written and graphic descriptions of the architectural elements of a building project including sketches, drawings and details. This effort could also includes both the design of new buildings and other structures, as well as the planning for reconstruction of early historic structures.
  • Architectural design
  • Floor plan
  • Scale drawing of a structure. “the plans for City Hall were on file”.

This article will focuss on the general meaning of architectural plan as a plan and documentation for a building project.

An architectural plan is a type of plan for architecture to describe a place or object, or to communicate building or fabrication instructions. It can containing technical architectural drawings and documentation, and are drawn or printed on paper, but they can take the form of a digital file. Their purpose in these disciplines is to accurately and unambiguously capture all the geometric features of a site, building, product or component. Plans can also be for presentation or orientation purposes, and as such are often less detailed versions of the former. The end goal of plans is either to portray an existing place or object, or to convey enough information to allow a builder or manufacturer to realize a design.

[  ]

Technical Drawing

Technical drawing is the discipline of creating standardized technical drawing by architects, CAD drafters, design engineers, and related professionals. Technical drawing includes the various fields and technologies underpinning electronics, which has in turn revolutionized the art with new tools in the form of Computer Aided Design (CAD). A technical drawing or engineering drawing is a type of drawing and form of graphic communication, used in the transforming of an idea into physical form. This type of drawing is used to fully and clearly define requirements for engineered items, and is usually created in accordance with standardized conventions for layout, nomenclature, interpretation, appearance (such as typefaces and line styles), size, etc. The process of creating a technical drawing is called drafting or technical drawing. A person who does drafting is known as a drafter. In some areas this person may be referred to as a drafting technician, draftsperson, or draughtsperson. A technical drawing differs from a common drawing by how it is interpreted. A common drawing can hold many purposes and meanings, while a technical drawing is intended to concisely and clearly communicate all needed specifications of a created object or objects.